URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan siswa SMP Negeri 10 Salatiga antusias mengikuti praktik pembuatan pupuk cendana dan biosaka di halaman sekolah pada Rabu (4/12/2024) sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema "Petani Milenial/Gen Z."

Mbak Google

KABAR RASIKA

Program P5 di SMP 10 Salatiga, Siswa Diajari Membuat Pupuk Cendana

Program P5 di SMP 10 Salatiga, Siswa Diajari Membuat Pupuk Cendana

Program P5 di SMP 10 Salatiga, Siswa Diajari Membuat Pupuk Cendana

Ratusan siswa siswi dari SMP Negeri 10 Salatiga nampak Antusias saat mengikuti pembelajaran praktik pembuatan pupuk cendana dan biosaka di halaman sekolah, Rabu (4/12/2024). Foto Arief Rasika
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan siswa siswi dari SMP Negeri 10 Salatiga nampak Antusias saat mengikuti pembelajaran praktik pembuatan pupuk cendana dan biosaka di halaman sekolah, Rabu (4/12/2024).
Kegiatan ini merupakan bagian dari P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Rekayasa dan Teknologi Pertanian bertajuk “Petani Milenial/Gen Z.”

Munadji, pemateri dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), menjelaskan bahwa pemberian materi ini bertujuan mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda. “Hari ini siswa kelas 7 diajarkan membuat pupuk cendana menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tempe, nanas, kecambah, air kelapa, tetes tebu, dan ragi roti,” kata Munadji.

Menurutnya pupuk ini merupakan alternatif pengganti pupuk kimia yang mudah dibuat di rumah. “Hasilnya sangat bagus, mampu memproduksi 10 hingga 15 ton pada uji coba sebelumnya. Kami berharap siswa bisa mencoba di rumah dan mengajarkan kepada orang tua mereka,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pupuk cendana dapat menghasilkan beras organik yang lebih sehat. “Teknologi ini sudah digunakan di Jawa, bahkan diterapkan di Thailand dan Malaysia. Harapannya, pertanian kita bebas dari bahan kimia dan menghasilkan pangan sehat,” jelas Munadji.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Umi Kusniah, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. “Untuk kelas 7 membuat pupuk cendana, sedangkan kelas 8 belajar membuat pupuk biosaka. Kami menggandeng kelompok tani untuk mengenalkan teknologi pertanian kepada siswa,” ujarnya.

Ia berharap program ini dapat mengubah pandangan siswa tentang pertanian. “Bertani tidak harus berlumuran tanah. Dengan teknologi, mereka bisa menciptakan produk yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungan,” tuturnya

Dirinya menambahkan Kegiatan P5 merupakan implementasi dalam kurikurum merdeka. “Anak anak membuat produk yang berbeda, membuat pupuk kegiatan ini mengandeng kelompok tani dari Grogol” tambahnya.

Menurutnya praktek program P5 dilakukan tidak jauh dengan apa yang ada dilingkungganya untuk bekal anak dimasa depan.

Sementara itu bagi Bintang, siswa kelas 8 mengaku senang dengan adanya praktik pembuatan pupuk kali ini. Apalagi ini merupakan penggalaman pertamanya belajar membuat pupuk di sekolah

Umi Kusniah saat diwawancara Rasika

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menjadi tuan rumah International Academic Workshop “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” bersama dua profesor dari Belgia. Kegiatan yang bekerja sama dengan LP2M UIN Salatiga tersebut melibatkan murid dari sejumlah sekolah untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis STEM.
Perluas Pengalaman Belajar Siswa, SMA Sainstek Salatiga Hadirkan Profesor dari Belgia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara