URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Setelah menabung secara rutin selama belasan tahun, pasangan suami istri Suratno (67) dan Supriyati (62), warga Pungkursari, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, akhirnya akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka akan berangkat dari Embarkasi Solo pada 10 Mei 2025 bersama 166 calon haji lain asal Salatiga dalam kloter 38.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rajin Menabung Belasan Tahun, Suratno Tukang Service Jam di Salatiga Naik Haji

Rajin Menabung Belasan Tahun, Suratno Tukang Service Jam di Salatiga Naik Haji

Rajin Menabung Belasan Tahun, Suratno Tukang Service Jam di Salatiga Naik Haji

Setelah menabung secara rutin selama belasan tahun, pasangan suami istri Suratno (67) dan Supriyati (62), warga Pungkursari, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, akhirnya akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka akan berangkat dari Embarkasi Solo pada 10 Mei 2025 bersama 166 calon haji lain asal Salatiga dalam kloter 38.
Foto dok IST
Suratno saat bekerja sebagai tukang service jam di Pasar Shoping Center, Kota Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA –  Setelah menabung selama belasan tahun, kini Suratno (67) dan istrinya Supriyati (62) akan berangkat menunaikan Rukun Islam ke 5.

Pasalnya pasutri asal Pungkursari, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa (Jateng) yang berprofesi sebagai tukang service jam itu tahun ini bisa menunaikan ibadah haji.

Kepada wartawan Suratno mengaku telah bekerja sebagai tukang service jam sekitar 35 tahun. Setiap harinya dia melayani pelanggan untuk service jam di Pasar Shoping Center, Kota Salatiga. Meskipun bekerja sebagai tukang service jam, Suratno memiliki keinginan kuat untuk menunaikan rukan Islam ke lima.

”Keinginan untuk naik haji pertama dorongan dari istri saya. Istri sudah kepingin sekali naik haji. Tapi kan waktu itu untuk menyekolahkan anak, baru bisa mendaftar itu tahun 2012,” ungkap Suratno, Kamis (9/5/2025).

Tekad yang kuat dan dorongan dari istri, kata Suratno, membuat dirinya dengan rutin menabung mulai sekitar tahun 2008. Tabungan itu hasil dari menyisihkan uang penghasilannya sebagai tukang service jam.

”Kalau nabung setiap hari itu Rp25.000. Kalau sedang ada rejeki banyak ya kadang Rp50.000. Kemudian tahun 2012 sudah cukup untuk mendaftar, saya sama istri mendaftar,” terangnya.

Tak berhenti sampai di situ, setelah berhasil mendaftar, Suratno juga harus berusaha lebih giat lagi untuk menabung. Tujuannya agar bisa melakukan pelunasan tepat pada waktunya.

”Setelah mendaftar kami tambah semangat menabung. Untuk pelunasan haji sendiri sekitar Rp28,8 juta per orang jadi berdua ya sekitar Rp58 juta, sama dengan syukuran,” ungkapnya.

Suratno menyebut, apapun pekerjaannya jika ada niat dan tekad yang kuat bisa berhaji. Caranya adalah dengan rutin menabung walaupun dengan jumlah tidak banyak.

”Asal ada kemauan, semua pekerjaan itu bisa naik haji. Ya nabung secara sedikit demi sedikit pasti bisa. Tidak bisa dipaksakan bisa mulai dari Rp25.000 asal rutin pasti bisa,” jelasnya.

Suratno bersama istrinya akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 10 Mei 2025 bersama 166 calhaj lain asal Salatiga kloter 38 melalui Embarkasi Solo.

Suratno saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan
Sebanyak 217 calon jemaah haji asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026), namun satu jemaah tertunda karena belum memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan di embarkasi, sehingga keberangkatannya ditunda demi keselamatan hingga dinyatakan layak.
Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melepas 901 calon jemaah haji di Ungaran pada Jumat (17/4/2026) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 25 April dalam enam kloter. Mayoritas jemaah lansia, sehingga diminta saling membantu selama ibadah, sementara pemerintah memastikan pelayanan optimal bagi seluruh peserta.
901 Calhaj Kabupaten Semarang Dilepas, Mayoritas Lansia Siap Berangkat ke Tanah Suci
Sebanyak 215 calon jamaah haji Kota Salatiga mengikuti vaksin polio dan meningitis gratis di Kantor Kementerian Haji & Umrah, Senin (7/4/2026), guna mencegah penyakit menular saat ibadah di Makkah dan Madinah. Program ini memprioritaskan lansia, termasuk jamaah tertua berusia 85 tahun yang akan berangkat pada 28 April 2026.
215 Calon Jamaah Haji Kota Salatiga ikuti Vaksin Polio & Meningitis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026