URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah perwakilan warga RW 05 Kelurahan Bugel, Salatiga, mendatangi gedung DPRD Salatiga untuk mengadu terkait rencana penutupan akses jalan menuju Jalan Patimura akibat pembangunan exit tol. Kedatangan mereka diterima oleh Komisi C DPRD Salatiga dalam audiensi yang digelar pada Selasa (18/2/2025).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Bugel Salatiga Mengadu ke DPR, Khawatir Penutupan Akses Jalan

Warga Bugel Salatiga Mengadu ke DPR, Khawatir Penutupan Akses Jalan

Warga Bugel Salatiga Mengadu ke DPR, Khawatir Penutupan Akses Jalan

Sejumlah perwakilan warga Bugel Salatiga saat mendatangi DPRD
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sejumlah perwakilan warga dari RW 05 Kelurahan Bugel, Salatiga mendatangi gedung DPRD Salatiga. Kedatangan mereka untuk mengadu terkait rencana penutupan akses jalan menuju Jalan Patimura ketika nanti dibangun exit tol.

Kedatangan perwakilan warga diterimah oleh Komisi C dan dilakukan audensi. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga menyampaikan sejumlah keberatan terkait dengan penutupan akses jalan dari Jl. Pattimura menuju kampung Nogosaren, tepatnya di sebelah Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS).

Dalam kesempatan tersebut, Tri Cahaya salah seorang warga Bugel berharap sebelum ada pembangunan exit tol,agar di buatkan jalan alternatif dari desa Nogosari menuju Patimura yang terdekat. “Karena jika jalan yg di maksud jalan atas sangat gelap dan sepi, karena itu jalan milik PTP, mengingat banyak warga yang bekerja di pabrik pulang malam” ujar Tri Selasa (18.2.2025)

Anggota Komisi C DPRD Kota Salatiga, Latif Nahari, menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Salatiga akan segera memperbaiki jalan menuju Nogosari dari arah Pattimura melalui TWSS yang saat ini dalam kondisi rusak. “Dalam maksimal dua minggu sejak audiensi kemarin, perbaikan jalan akan mulai dilakukan oleh Dinas PUPR,” kata anggota dewan dari Fraksi PKS ini.

Komisi C DPRD Kota Salatiga juga mengusulkan agar anggaran pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai jalan pengganti menuju Nogosari dapat dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi dampak yang ditimbulkan dari proyek pembangunan exit tol tersebut terhadap aksesibilitas warga.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Salatiga, Syahdhani Onang Prastowo, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menangani perbaikan jalan eksisting yang saat ini dalam kondisi rusak. “Dalam dua minggu ini, kami akan mulai menangani perbaikan jalan yang ada saat ini,” ujarnya.

Dhani juga menjelaskan bahwa jika pembangunan exit tol Pattimura terlaksana, maka akan disediakan jalan akses pengganti dari Jalan Pattimura menuju Kampung Nogosaren. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan jadwal pasti pelaksanaan proyek pembangunan exit tol Pattimura.

” Kami sudah menindaklanjuti, diharapkan warga terdampak dapat memperoleh solusi terbaik terkait akses jalan mereka, sehingga mobilitas dan keseharian masyarakat tidak terganggu,” katanya..

BACA JUGA :

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan konsep aglomerasi wisata lintas daerah untuk menghubungkan berbagai destinasi unggulan dalam satu paket perjalanan terintegrasi. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rencana tersebut pada Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), guna memperluas dampak ekonomi pariwisata melalui konektivitas destinasi, penguatan infrastruktur, pengembangan 1.000 desa wisata, serta dukungan platform digital terpadu.
Liburan Sekali Jalan, Destinasi Banyak! Jateng Siapkan Paket Wisata Lintas Daerah untuk Dongkrak Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia