KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Warga Gayamsari Semarang Meninggal Dunia Usai Dikeroyok 6 Pemuda

Warga Gayamsari Semarang Meninggal Dunia Usai Dikeroyok 6 Pemuda

Warga Gayamsari Semarang Meninggal Dunia Usai Dikeroyok 6 Pemuda

SEMARANG – Warga Gayamsari Kota Semarang meninggal dunia usai dikeroyok oleh enam pemuda di depan SMK PGRI Jalan Medoho Raya, Kecamatan Gayamsari, Semarang pada Minggu (2/10/2022), sekira pukul 01.00 WIB lalu.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan mengatakan, keenam pemuda yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing bernama Dito Bondan (22), Rizky Aditya (20), Ivan Budi (23), Bayu Mulya (22), Hagi Yoga (21), Ivan Heriansyah (18).

Sedangkan Korban bernama Ichrom Tacchinardi ini awalnya dilaporkan menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Pada saat dibawa ke RS Pantiwilasa dan dirujuk ke RSUD Ketileng karena kritis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Korban dilaporkan seolah sebagai korban kecelakan lalu dibawa ke RS Pantiwilasa. Karena melihat kondisi korban yang kritis kemudian dirujuk ke RSUD di Ketileng. Dirawat kurang lebih empat hari kemudian meninggal dunia,” ujar Donny saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Selasa (11/10/2022).

Setelah dinyatakan meninggal dunia, karena curiga menjadi korban pengeroyokan, kemudian korban dibawa ke RSUP Kariadi untuk dilakukan autopsi. “Dilakukan autopsi di RSUP Kariadi ada tanda kekerasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Donny menjelaskan, peristiwa pengeroyokan bermula ketika rombongan pelaku dari Cafe Pandawa hendak pulang setelah minum-minuman keras. Kemudian, rombongan tersebut berhenti di depan cafe karena tas milik pelaku bernama Dito tertinggal.

“Saat berhenti didepan, rombongan tersebut melihat korban dengan rombongannya dari terowongan melintas di depan cafe. Mengetahui rombongan korban seperti menantang dan membawa celurit, kemudian mereka mengejar,” jelasnya.

Sesampainya di depan lokasi kejadian, kemudian korban terlihat ditabrak oleh motor temannya. Mengetahui hal tersebut, korban yang masih dalam kondisi tertinggal oleh teman-temanya langsung dianiaya oleh rombongan pelaku.

“Rombongan pelaku melakukan aniaya terhadap korban dengan cara melempar dengan batu, memukul, dan melakukan pemukulan menggunakan tongkat besi yang dibawa pelaku,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari, Kompol Hengky Prasetyo menambahkan, korban pertama kali dilihat oleh salah seorang saksi tergeletak di depan Masjid MAJT dengan luka-luka dibagian kepala. Kemudian, korban terbukti dikeroyok saat dilakukan penyidikan dan mengumpulkan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

“Korban kemudian dibawa Rumah Sakit Ketileng, setelah dilakukan perawatan, Korban akhirnya dinyatakan meninggal karena mengalami luka di bagian kepala belakang akibat lemparan batu dan luka di dahi akibat pukulan tongkat besi,” tuturnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keenam pelaku terancam pasal 170 Ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]