URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menerima kunjungan Kementerian Lingkungan Hidup RI di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Rabu (27/8/2025), dalam rangka Evaluasi Adipura. Pertemuan membahas anggaran, sarana prasarana, dan pengelolaan sampah, termasuk kondisi TPA Ngronggo. Pemkot menyatakan kesiapan memperbaiki pengelolaan lingkungan dengan dukungan kementerian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Duhh! TPA Ngronggo Salatiga Nyaris Overload dan Rawan Longsor

Duhh! TPA Ngronggo Salatiga Nyaris Overload dan Rawan Longsor

Duhh! TPA Ngronggo Salatiga Nyaris Overload dan Rawan Longsor

Situasi TPA Ngrongo Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menerima kunjungan dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup RI dalam rangkaian Evaluasi Penilaian Adipura. Didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga, Suryana Adi S. beserta staf, kunjungan diterima di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Salatiga, Rabu (27/08/2025).

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, mewakili Pemerintah Kota Salatiga menerima dan menyatakan kesiapan atas arahan serta saran dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Selamat datang di Kota Salatiga, kami Pemerintah Kota Salatiga siap menerima arahan serta apa-apa yang perlu diperbaiki oleh Kota Salatiga. Semoga pertemuan yang baik ini menyambung silaturahmi dan bermanfaat bagi semua khususnya bagi Kota Salatiga yang lebih bersih dan terjaga lingkungannya,” sambut Nina.

Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup RI, Firdaus Alim Damopolii, menyebutkan bahwa kunjungan ini dalam rangka pendampingan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, tidak hanya Adipura namun juga terkait penanganan sampah.

Firdaus juga menyebutkan bahwa merujuk pada kriteria penilaian Adipura ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu, Struktur Anggaran, Sarana dan Prasarana , serta Pengelolaan Sampah. Dari sisi Anggaran, Kota Salatiga memiliki postur anggaran 1.6% dari APBD yang dinilai sudah cukup baik, meskipun idealnya postur anggaran Pengelolaan Lingkungan Perkotaan adalah sebesar 3% dari APBD. Firdaus menilai yang perlu didorong adalah dalam pengelolaan sampah.

“Dari informasi yang kami terima, sampah di TPA Ngronggo Salatiga berkisar 115 ton / hari dan dari jumlah tersebut telah dikelola sebesar 98% di bank sampah unit maupun bank sampah induk, ini sudah cukup baik namun imbauannya wajib dikelola 100%. Nanti kita bicarakan biar dibantu oleh teman-teman untuk dibuatkan roadmap penanggulangan sampah sehingga pada tahun 2029 bisa dikelola 100%,” papar Firdaus.

“Ada beberapa catatan untuk Kota Salatiga, antara lain pertama terkait TPA yang tinggi gunungan sampahnya mencapai 15 meter itu perlu diperhatikan karena rawan longsor. Kedua, batasi pembuangan sampah ke TPA, selanjutnya terus berikan sosialisasi ke masyarakat kalau bisa sampah itu diselesaikan di lingkup rumah tangga, bisa dengan komposer, biopori, dan lain sebagainya, sehingga sampah yang dibuang ke TPA benar-benar hanya sampah yang tidak bisa diolah lagi atau berupa residu sampah,” lanjutnya.

Tim pengelola sampah DLH Kota Salatiga menyebutkan bahwa yang perlu dilaksanakan secepatnya adalah mengurangi penumpukan sampah di TPA Ngronggo sekaligus dilaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga.

“Secepatnya itu harus dikurangi karena kalau diperhitungkan dalam 2 tahun sudah tidak bisa menampung lagi, sedangkan postur anggaran kita masih kurang, kami Kota Salatiga berharap ada bantuan dari kementerian, baik berupa peralatan, dana, maupun program kepada masyarakat seperti pemasangan biopori atau komposer di setiap rumah,” ungkapnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon