URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah menggenjot vaksinasi booster. Ia meminta, dalam waktu tiga bulan penyerbuan vaksinasi booster bisa dilakukan serentak. Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau vaksinasi booster di SMKN 2 Purwokerto, Senin (18/7).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Minta Vaksinasi Booster Digenjot, Target Tiga Bulan Selesai

Ganjar Minta Vaksinasi Booster Digenjot, Target Tiga Bulan Selesai

Ganjar Minta Vaksinasi Booster Digenjot, Target Tiga Bulan Selesai

featured-img

BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah menggenjot vaksinasi booster. Ia meminta, dalam waktu tiga bulan penyerbuan vaksinasi booster bisa dilakukan serentak.

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau vaksinasi booster di SMKN 2 Purwokerto, Senin (18/7). Meski tidak mudah, ia meminta semua pihak memiliki kesadaran untuk menyelesaikan vaksinasi tahap ketiga itu.

“Sekarang kita gencarkan vaksinasi booster ini. Sekolah menjadi salah satu sasaran. Meski ini agak tidak mudah, namun saya mau tiga bulan ke depan semua bisa diserbu,” katanya.

Stok vaksin booster lanjut Ganjar di Jateng dalam kondisi aman. Ia meminta daerah yang kehabisan vaksin segera koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi.

“Tugas saya menyediakan, yang kehabisan segera minta. Umpama Jepara kemarin bilang sudah kehabisan, ya cepat telpon dan minta. Nanti kita kasih. Jangan hanya menunggu, tidak boleh lagi menunggu. Dinasnya harus proaktif dan teman-teman kades bisa membantu,” tegasnya.

Untuk vaksin booster di Jateng, sampai saat ini baru sekitar 20,01 persen. Untuk total populasi, masih 24,67 persen yang sudah tervaksin.

“Banyumas ini sudah bagus, sudah di atas 26 persen. Tapi kita tetap minta genjot terus,” ucapnya.

Tak hanya siswa sekolah yang jadi sasaran, Ganjar juga meminta vaksinasi booster untuk masyarakat umum digencarkan. Pasalnya, dari informasi siswa sekolah di SMKN 2 Purwokerto, ada orang tua mereka yang belum divaksin booster.

“Obrolan saya dengan siswa tadi, orangtuanya ada yang belum dibooster, kakeknya ada yang belum. Maka sebenarnya dari siswa, satu sekolah kita jadikan pusat di sekitarnya bisa masuk ke sini terus kita percepat. Kita titip nanti untuk para guru semuanya untuk membantu. Nah kita bisa tanya, orangtuamu sudah apa belum, kakek-nenekmu sudah apa belum, tetanggamu sudah apa belum. Artinya secara umum kita akan bisa tahu kondisinya,” tegasnya.

Kalau di sekolah bisa dilakukan akselerasi, maka bukan tidak mungkin yang masyarakatnya menurut Ganjar bisa diajak. Harus ada sosialisasi agar boostingnya ini bisa dilakukan lebih cepat.

“Harapan kita masyarakat sadar, masyarakat mau, tidak usah disuruh-suruh ini sudah tahun ketiga sehingga kesadaran yang dibangun itu akan membantu aktivitas mereka. Kan sudah ada syarat sekarang, masuk mal, perjalanan, naik kereta api, semua sudah ada. Yuk kita bangun kesadaran untuk mau di-boosting gitu ya sehingga dirinya aman, mereka mau pakai masker, insyaallah perjalanan aman, aktivitas juga aman,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Firly Firmansyah mengatakan senang ada vaksinasi booster di sekolahnya. Sebab, dengan cara itu dirinya bisa terlindung dari Covid-19.

“Yang paling penting itu, bisa sehat dan aman. Selain itu, sekarang kan aturannya mau kemana-mana harus sudah booster, jadi lebih nyaman kalau sudah divaksin,” katanya.

Ia membenarkan masih banyak teman-temannya dan orang tua di lingkungannya yang belum vaksin booster. Ia berharap agar vaksinasi booster dipercepat dan masyarakat terus diedukasi.

“Harapannya vaksinasi booster dipercepat lagi, supaya merata dan semua masyarakat terlindungi,” ucapnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved