KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ganjar Tekankan Pentingnya EWS Bencana, BPBD Pastikan EWS Jateng Berfungsi

Ganjar Tekankan Pentingnya EWS Bencana, BPBD Pastikan EWS Jateng Berfungsi

Ganjar Tekankan Pentingnya EWS Bencana, BPBD Pastikan EWS Jateng Berfungsi

SEMARANG – Memasuki musim hujan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiagakan personelnya. Hal itu bertujuan agar Jawa Tengah siap menghadapi situasi terburuk Ketika bencana alam terjadi.

“Kita dari Forkopimda, hari ini menyiagakan seluruh pasukan kita masing-masig agar Jawa Tengah siap menghadapi situasi yang terburuk,” kata Ganjar di halaman kantornya usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana pada Musim Hujan dan Dampak La Nina Jateng, Selasa (9/11/2021).[irp posts=”29646″ name=”Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana, Ganjar: Semua Siaga Sampai April”]

Hal yang paling penting dalam kesiapsiagaan adalah edukasi seperti halnya menggunakan Early Warning System (EWS). Dalam hal ini, Ganjar mencontohkan alat yang paling sederhana yakni kentongan serta ilmu titen.

“Kalau di ndeso itu kabeh ngerti, niteni (kalau di desa itu semua mengerti, bisa diketahui), kalau cuaca ini harus seperti apa dan seterusnya,” imbaunya.

Plt Kalakhar BPBD Provinsi Jateng Safrudin mengatakan, pihaknya juga telah memasang EWS di beberapa titik. EWS itu untuk menandai adanya longsor.

“EWS kita ada yang kita pasang dari BPBD. Early Warning System untuk longsor, jadi kita pasang di beberapa titik,” kata Safrudin.

BPBD juga akan melakukan perbaikan EWS seperti yang ada di Wonosobo. Menurutnya, EWS mestinya dirawat masyarakat.

“Masyarakat mungkin kurang tahu fungsinya. Padahal itu untuk melindungi mereka. Membuat mereka tidur nyenyak ketika musim hujan. Kadang-kadang sering bunyi. Padahal bunyi kan untuk mengingatkan mereka bahwa ada pergerakan tanah,” jelasnya.

Safrudin menyebutkan ada sekitar 9.631 relawan yang sudah disiapkan dengan berbagai kecakapan masing-masing sesuai bidangnya. Termasuk juga peralatan. Mereka akan siaga menghadapi potensi bencana alam seperti banjir, hingga longsor.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]