URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Enam pohon jenis pule yang ditanam Pemkot Semarang sebagai pohon peneduh jalan di Jalan Gajahmada, diduga sengaja disiram minyak (cairan jenis solar atau oli) oleh seseorang agar mati.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ironis, Enam Pohon Peneduh Di Jalan Gajahmada Sengaja Disiram Minyak Oleh Orang Agar Mati

Ironis, Enam Pohon Peneduh Di Jalan Gajahmada Sengaja Disiram Minyak Oleh Orang Agar Mati

Ironis, Enam Pohon Peneduh Di Jalan Gajahmada Sengaja Disiram Minyak Oleh Orang Agar Mati

featured-img

SEMARANG – Enam pohon jenis pule yang ditanam Pemkot Semarang sebagai pohon peneduh jalan di Jalan Gajahmada, diduga sengaja disiram minyak (cairan jenis solar atau oli) oleh seseorang agar mati. Hal ini diketahui ketika Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang melakukan pengecekan atas informasi adanya beberapa pohon peneduh jalan yang mati di Jalan Gajahmada Semarang.

Dari pantauan RASIKAFM, enam pohon jenis pule ini sebenarnya sudah tumbuh subur setelah ditanam beberapa tahun lalu. Ketinggiannya pun sudah mencapai empat sampai lima meter dengan daun lebat. Namun beberapa hari ini, tiba-tiba pohon tersebut memunculkan tanda-tanda mati, dengan daun menjadi berwarna cokelat dan meranggas. Setelah diperiksa oleh DPU Kota Semarang, diduga pohon itu sebelumnya disiram minyak oleh orang tak bertanggung jawab, dengan tujuan membuatnya mati.

“Sepekan lalu pohon ini masih tumbuh subur. Tapi tiba-tiba mati, gak tau sebabnya,” kata Budi, warga sekitar Jalan Gajahmada Semarang, Selasa (19/10/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suriyaty menegaskan, atas kejadian ini pihaknya segera merespon dengan mengambil tindakan cepat melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan pohon peneduh jalan tersebut.

Dikatakan, untuk saat ini pohon mati tak wajar ini terdata ada enam yang ada di Jalan Gajahmada. Dugaan sementara, pohon disiram dengan sengaja menggunakan cairan jenis solar atau oli agar pohon menjadi mati.

“Saat ini langkah kami sedang mengupayakan mengambil sampel tanah yang sudah disiram dengan cairan itu. Setelah kami survei dan cek ke lapangan kami temukan tanah ini memang ada cairan seperti solar. Bahkan, disiram mulai batangnya dan tanahnya juga,” katanya, Selasa (19/10/2021).

Setelah mengetahui kejadian itu, lanjut Atik, sapaan akrabnya, usaha yang dilakukan yaitu mengambil media tanahnya sampai sedalam-dalamnya, untuk diganti dengan media tanah yang baru. Harapan pohon bisa diselamatkan, hidup kembali.

“Sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi seperti kasus ini. Kami telah mengganti media tanamnya dengan yang baru. Lalu kok ini disiram lagi. Meski begitu, kami tetap mengganti dengan media yang baru, kami harap pelaku sadar, pohon ini juga punya hak untuk hidup. Kan pohon ini bermanfaat sekali sebagai peneduh jalan, apalagi sebagai penyumbang udara bersih,” ujarnya.

“Saya imbau tolong masyarakat bisa ikut menjaga bersama pohon peneduh jalan yang sudah ditanam dan tumbuh besar. Kalau rindang, banyak manfaatnya untuk semua masyarakat. Di antaranya sebagai peneduh jalan, penyumbang oksigen, dan untuk keindahan estetika kota. Mari kita melestarikan, jangan dirusak, atau diracun,” pintanya.(HS)

BACA JUGA :

Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
ASUS menghadirkan ExpertBook PM5 G2 PM5406 di Indonesia untuk mendukung profesional hybrid dan pelaku usaha kecil-menengah melalui performa AI hingga 50 NPU TOPS, layar 14 inci IPS atau OLED, serta keamanan enterprise. Laptop berbasis AMD Ryzen AI 7 445 ini menawarkan RAM hingga 64GB, dual SSD hingga 3TB, Wi-Fi 7, dan bodi ringan mulai 1,27 kilogram.
ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!