KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mahasiswa KKN UNNES Membuat Lubang Biopori Berbasis Botol Bekas di Kelurahan Noborejo Satiga

Mahasiswa KKN UNNES Membuat Lubang Biopori Berbasis Botol Bekas di Kelurahan Noborejo Satiga

Mahasiswa KKN UNNES Membuat Lubang Biopori Berbasis Botol Bekas di Kelurahan Noborejo Satiga

Mahasiswa KKN Unnes saat membuat lubang biopori di Noborejo

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan inovatif pembuatan lubang biopori dengan memanfaatkan botol bekas di RT 01 RW 10, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mencegah bencana banjir, mengelola sampah organik, dan mempromosikan daur ulang limbah plastik sebagai solusi lingkungan berkelanjutan. Dengan pendekatan kreatif ini, mahasiswa KKN UNNES tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan ketahanan terhadap bencana.

Kelurahan Noborejo, seperti banyak wilayah perkotaan di Salatiga, sering menghadapi tantangan lingkungan berupa kekeringan pada musim kemarau. Lubang biopori, sebagai teknologi sederhana, telah terbukti efektif untuk meningkatkan resapan air dan mengelola sampah organik melalui pengomposan alami. Namun, mahasiswa KKN UNNES membawa inovasi baru dengan memanfaatkan botol bekas sebagai pengganti pipa konvensional dalam pembuatan lubang biopori, sekaligus mengurangi limbah plastik di lingkungan.

Inisiatif ini sejalan dengan tema KKN UNNES

Kegiatan pembuatan lubang biopori berbasis botol bekas dilaksanakan pada tanggal 27-28 Agustus 2025 di RT 01 RW 10, Kelurahan Noborejo. Sebanyak 11 mahasiswa KKN UNNES dari berbagai fakultas, seperti Teknik Mesin, Pendidikan, Ekonomi Bisnis , dan Ilmu Sosial, bekerja sama dengan warga setempat, tokoh masyarakat, dan pengurus RT/RW.

Inovasi utama dari kegiatan ini adalah penggunaan botol plastik bekas, seperti botol air mineral ukuran 1,5 liter, yang dimodifikasi sebagai pengganti pipa dalam pembuatan lubang biopori.

Tahapan pelaksanaan diawali dengan sosialisasi kepada warga tentang manfaat lubang biopori dan keunggulan penggunaan botol bekas. Mahasiswa menjelaskan bahwa botol bekas tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga lebih ekonomis dibandingkan pipa PVC yang biasanya digunakan.

Selain itu, botol bekas memungkinkan fleksibilitas dalam pembuatan lubang biopori di berbagai jenis tanah, termasuk tanah keras yang sering ditemui di wilayah perkotaan. Sosialisasi ini dilakukan melalui diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi langsung untuk memastikan warga memahami proses dan manfaatnya.

Setelah sosialisasi, mahasiswa dan warga bersama-sama menentukan lokasi strategis untuk lubang biopori, seperti halaman rumah, taman lingkungan, dan area terbuka di sekitar RT 01 RW 10. Proses pembuatan lubang dilakukan secara gotong royong, dengan mahasiswa memimpin penggalian menggunakan alat bor tanah sederhana.

Setiap lubang kemudian dilengkapi dengan botol bekas yang telah dimodifikasi, diisi dengan sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan kulit buah untuk memulai proses pengomposan alami. Total, sebanyak 100 lubang biopori berbasis botol bekas berhasil dibuat selama dua hari pelaksanaan, menandai langkah signifikan dalam upaya pencegahan bencana banjir dan pengelolaan limbah di Noborejo.

Siswadi, Ketua RT 01 RW 10 menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN UNNES. “Kami sangat mengapresiasi ide kreatif menggunakan botol bekas untuk lubang biopori. Ini tidak hanya membantu mencegah kekeringan, tetapi juga mengajarkan kami cara memanfaatkan sampah plastik secara produktif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa warga berkomitmen untuk memelihara lubang biopori dan mengumpulkan botol bekas untuk proyek serupa di masa depan.

Senada, Lurah Noborejo, Widhi Cahyo Prasetyo, menyatakan bahwa pendekatan berbasis daur ulang ini sejalan dengan program pemerintah kota untuk membangun ketahanan lingkungan.

“Inovasi lubang biopori dengan botol bekas adalah contoh nyata bagaimana solusi sederhana dapat memberikan dampak besar. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” katanya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]