KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pedagang Sayur di Semarang Jadi Korban Pembegalan

Pedagang Sayur di Semarang Jadi Korban Pembegalan

Pedagang Sayur di Semarang Jadi Korban Pembegalan

Ilustrasi kejahatan

RASIKAFM – Pedagang sayur keliling menjadi korban percobaan pembegalan di Jalan Puspanjolo Timur (tepatnya depan Puspanjolo Timur gang X dari arah timur), Kecamatan Semarang Barat pada Rabu (1/9/2021) sekira pukul 04.15 WIB.

Korban diketahui bernama Paryadi warga Cilacap. Dia berhasil kabur namun mengalami luka memar di bagian punggung sepanjang 15 centimeter akibat sabetan benda tajam.

Hamdi salah satu sumber membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia mengaku tak tahu pasti kronologi secara pasti awal aksi kejahatan itu.

“Kejadiannya memang benar cuman terkait kronologinya ini saya tidak paham. Karena begitu di TKP (tempat kejadian perkara) orang udah pada bubar,” katanya kepada RASIKAFM Kamis (2/9/2021).

Sementara itu, informasi yang diperoleh, kejadian bermula ketika korban sedang istirahat di depan gang untuk menunggu waktu mulai berkeliling.

Kemudian, ketika mengeluarkan handphone untuk menelepon istrinya, datanglah 4 orang dengan 2 motor yang diduga begal.

Lalu salah satu orang menghampiri korban untuk pura-pura menanyakan alamat kepadanya. Namun, dalam sekejap, terduga begal itu malah mengeluarkan samurai dari balik jaketnya dan memaksa meminta HP yg sedang digunakan si pedagang sayur.

Beruntungnya, pedagang sayur segera memasukkan handphonenya ke tas dan lari melompat pagar portal Pustim gang X yg masih terkunci.

Terduga begal sempat mengayunkan samurai ke punggung si pedagang sayur. Beruntung tidak sampai melukai, hanya meninggalkan bekas memar memanjang sekitar 15 cm di pinggang belakang sebelah kiri.

Kemudian korban masuk gang dan berjumpa dengan Muazin Masjid Al Muslim yang mau berangkat ke masjid untuk azan. Melihat itu, para begal tidak melanjutkan pengejaran kepada korban. Setelah dirasa aman dan hari mulai terang, si pedagang kembali ke motornya.

Menanggapi hal tersebut, Wakasat Reskrim Polrestabes, AKP Agus Supriyadi mengatakan saat ini kejadian tersebut sedang ditangani dan diselidiki pihak Kepolisan Semarang Barat.

“Langsung ke Polsek Semarang Barat. Yang tangani Polsek,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, setelah berita ini diturunkan, pihak Polsek Barat saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait kejadian ini.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]