URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam upaya menekan penggunaan knalpot brong di wilayah Ampel Boyolali, Kasubbag Binops Polres Boyolali AKP Sarwoko, SH, bersama Kapolsubsektor Gladagsari dan Bhabinkamtibmas Gladagsari memberikan pembinaan di SMA Negeri 1 Ampel di Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, pada Senin (8/1/24).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polisi di Boyolali Ajak Siswa SMA Negeri 1 Ampel, Tidak Gunakan Knalpot Brong

Polisi di Boyolali Ajak Siswa SMA Negeri 1 Ampel, Tidak Gunakan Knalpot Brong

Polisi di Boyolali Ajak Siswa SMA Negeri 1 Ampel, Tidak Gunakan Knalpot Brong

Dalam upaya menekan penggunaan knalpot brong di wilayah Ampel Boyolali, Kasubbag Binops Polres Boyolali AKP Sarwoko, SH, bersama Kapolsubsektor Gladagsari dan Bhabinkamtibmas Gladagsari memberikan pembinaan di SMA Negeri 1 Ampel di Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, pada Senin (8/1/24).
Foto dok IST
Kasubbag Binops Polres Boyolali, AKP Sarwoko saat menunjukkan motor salah satu siswa
featured-img

RASIKAFM.COM | BOYOLALI – Dalam rangka menekan penggunaan knalpot brong diwilayah Ampel Boyolali, Kasubbag Binops Polres Boyolali AKP Sarwoko, SH bersama Kapolsubsektor Gladagsari dan Bhabinkamtibmas Gladagsari memberikan pembinaan di SMA Negeri 1 Ampel di Desa Gladagsari Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali, Senin(8/1/24).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi penggunaan kelengkapan sepeda motor siswa yang tidak sesuai spesifikasi, terutama masih adanya penggunaan knalpot brong.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kasubbag Binops Polres Boyolali ini diawali dengan memimpin upacara hari Senin yang diikuti oleh seluruh komponen sekolah di lapangan SMA Negeri 1 Ampel.

Dalam amanatnya, AKP Sarwoko Kasubbag Binops menyampaikan beberapa poin penting kepada siswa, “kami menghimbau siswa mematuhi peraturan di sekolah, di jalan, dan di rumah, terutama sepeda motor tidak menggunakan Knalpot Brong, sesuai spesifikasi. Siswa tidak melakukan bullying dan melaporkannya kepada pihak sekolah jika terjadi masalah. menggunakan media sosial dengan bijak” ujar AKP Sarwoko.

Setelah upacara, dilakukan pengecekan sepeda motor siswa dengan didampingi oleh Kepala Sekolah dan guru-guru. Hasilnya, beberapa siswa tidak mematuhi kelengkapan sepeda motor, seperti plat nomor dan kaca spion, serta ditemukan satu siswa menggunakan knalpot brong. Kepala Sekolah memberikan arahan kepada siswa yang melanggar untuk segera melengkapi kendaraan mereka sesuai standar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ampel, Sri Wahyuni, SPd, MPd.
menyampaikan terima kasih kepada Polres Boyolali atas perhatian dan kepeduliannya terhadap SMA Negeri 1 Ampel melalui kegiatan pembinaan yang telah dilaksanakan

Suasana saat pengecekan motor siswa

BACA JUGA :

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 pada 8-21 Juni 2026 untuk meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Selain edukasi dan pencegahan, polisi juga menindak pelanggaran melalui ETLE dan tilang manual, termasuk penggunaan pelat nomor kendaraan yang ditutup, dilipat, atau dimodifikasi demi menghindari kamera pengawas lalu lintas.
Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai 8 Juni, Pelat Nomor yang Dimodifikasi Jadi Sasaran Utama
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Semarang merotasi sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran melalui upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy pada Rabu (6/5/2026) sebagai bagian penyegaran organisasi, pengembangan karier personel, serta peningkatan profesionalitas dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Mutasi Besar di Polres Semarang, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti Posisi
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyoroti tingginya kerentanan perempuan terhadap tindak kriminal saat peringatan Hari Kartini di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (21/4/2026). Ia mendorong korban berani melapor karena kepolisian menyediakan pendampingan hukum dan psikologis, sekaligus menekankan peran perempuan dalam keluarga dan menjaga kamtibmas.
Perempuan Rentan Jadi Korban Kejahatan, Kapolres Semarang Ajak Berani Lapor dan Perkuat Peran di Keluarga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah