URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puskesmas Sidorejo Lor menggelar Grebeg Jentik di wilayah Sinoman Tempel, Sidorejo, pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025, sebagai bagian dari program Cendana Emas (Cegah Penularan DBD dengan Partisipasi Masyarakat) untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah endemis.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puskesmas Sidorejo Lor Kenalkan Cendana Emas, Gerakan apa itu?

Puskesmas Sidorejo Lor Kenalkan Cendana Emas, Gerakan apa itu?

Puskesmas Sidorejo Lor Kenalkan Cendana Emas, Gerakan apa itu?

Petugas puskesmas Sidorejo Kidul saat pantau rumah warga
featured-img

RASIKAFM.COM – SALATIGA – Puskesmas Sidorejo Lor melakukan Grebeg jentik di Sinoman Tempel, Sidorejo. Aksi ini dilakukan sebagai bagian program Cendana Emas (Cegah Penularan DBD dengan Partisipasi Masyarakat).

Mamik Pujiastutik, penanggung jawab kegiatan dari Puskesmas Sidorejo Lor menjelaskan, jika pihaknya sangat membutuhkan dukungan dan juga partisipasi masyarakat. “Kita harus terus menekan trend DBD agar turun. Di Sidorejo Lor daerah endemis,” jelas Mamik.

Kegiatan tidak hanya memeriksa jentik, tetapi juga dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. “Kuncinya adalah kita Grebeg jentik agar tidak ada kasus yang disebabkan nyamuk,” ujar dia.

Kegiatan ini sudah rutin dilakukan setiap bulan. Dan pada Sabtu (26/7/2025) pagi, Puskesmas berkolaborasi dengan Kelsi (kelurahan Siaga) di Sinoman Tempel melakukan akainya. Beserta koordinator pendamping di tiap RW berkumpul untuk berbagi tugas. Para tenaga Kelsi dan juga pendamping sudah paham dengan tugas saat melakukan grebeg jentik.

20 petugas Kelsi langsung dibagi. Tidak berapa lama, di sasaran pertama, Nasiri, petugas di RT 03 langsung menemukan jentik nyamuk di rumah warga. Tempatnya tidak diduga, yakni di filter kolam yang sudah tidak terpakai. Meski tertutup, ternyata di dalamnya ada genangan air bersih.

BACA JUGA :

Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Ratusan warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mengikuti sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Pinus Park, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang melibatkan BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait layanan kesehatan, kepesertaan BPJS, serta akses program JKN secara langsung melalui edukasi dan dialog terbuka.
Ratusan Warga Bener Antusias Ikuti Sosialisasi Layanan JKN dari BPJS Kesehatan
Pasca Lebaran, Penyakit Gangguan Pencernaan Mendominasi, Dinkes Salatiga Pastikan Layanan
Pasca Lebaran, Penyakit Gangguan Pencernaan Mendominasi, Dinkes Salatiga Pastikan Layanan
Penyediaan Posko Mudik dilakukan BPJS Kesehatan di Rest Area Tol Ungaran Km 429A, Kabupaten Semarang, pada 13–18 Maret 2026 untuk melayani pemudik dengan layanan kesehatan 24 jam, konsultasi medis, obat-obatan, serta fasilitas istirahat guna menjaga kondisi pemudik selama perjalanan Lebaran.
Posko Mudik BPJS Kesehatan Hadir di Rest Area KM 429A Ungaran, Sediakan Layanan Kesehatan Gratis bagi Pemudik

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar