RASIKAFM – Bulan Ramadan menjadi momentum meningkatnya aktivitas berbagi dan bersedekah masyarakat. Pada momen inilah Bank Indonesia mendorong pemanfaatan QRIS sebagai sarana sedekah dan donasi digital yang mudah, cepat, dan aman.
Bank Indonesia menilai bahwa pada periode Ramadan, kebiasaan bersedekah masyarakat berada pada titik tertinggi. Melalui QRIS, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung bahwa bersedekah kini tidak lagi merepotkan, karena dapat dilakukan kapan saja tanpa harus membawa uang tunai.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan bahwa digitalisasi donasi melalui QRIS menjadi langkah strategis untuk mempermudah masyarakat dalam berbagi sekaligus mendorong efisiensi sistem pembayaran.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat budaya berbagi. Melalui QRIS, kami ingin menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk bersedekah secara praktis, sekaligus memastikan transaksi yang lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, penggunaan QRIS untuk donasi juga mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana sosial, termasuk di masjid, lembaga keagamaan, dan organisasi sosial. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem donasi digital.
Di sisi lain, program ini menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan digital, khususnya di Jawa Tengah, di mana adopsi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan positif, terutama di segmen UMKM dan komunitas masyarakat.
Mohamad Noor Nugroho menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong berbagai pihak, termasuk pengelola rumah ibadah dan lembaga sosial, untuk mengadopsi QRIS agar dapat menjangkau lebih banyak donatur secara luas.
Bank Indonesia berharap, melalui momentum Ramadan, masyarakat tidak hanya semakin gemar bersedekah, tetapi juga semakin terbiasa menggunakan transaksi digital sebagai bagian dari aktivitas ekonomi dan ibadah sehari-hari.