URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia di Sungai Banjir Kanal Barat Jalan Bendungan RT 5 RW 5, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan pada Jumat (11/2/2022)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bocah Berusia 15 Tahun Ditemukan Meninggal Di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang

Bocah Berusia 15 Tahun Ditemukan Meninggal Di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang

Bocah Berusia 15 Tahun Ditemukan Meninggal Di Sungai Banjir Kanal Barat Semarang

featured-img

SEMARANG – Seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia di Sungai Banjir Kanal Barat Jalan Bendungan RT 5 RW 5, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan pada Jumat (11/2/2022) sekira pukul 13.00 WIB.

Diketahui korban berinisial HKSB warga Kebayoran Lama, Provinsi DKI Jakarta. Namun saat ini dirinya menetap di Lamper Tengah, Semarang Selatan.

Ia ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tubuh membengkak terutama dibagian bibir dan mengenakan baju warna hijau serta celana hitam pendek selutut.

Noviadi, paman korban menyampaikan jika C awalnya bermain bersama adik dan temannya pada Kamis (10/2/2022). Pria yang saat ini duduk di kelas 3 SMP Marsudi Utami itu sempat pulang ke rumah karena memiliki penyakit epilepsi. Namun ia langsung pergi lagi.

Menurutnya, saat pergi, korban bermain di Sungai Mayangsari yang terletak di Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan. Lalu korban diduga terseret sejauh 2 sampai 3 meter hingga hanyut.

Setelah hilang keluarga korban sempat mencari namun tak membuahkan hasil. Lalu keesokan harinya mendapat kabar dari kepolisian dan relawan tentang salah satu keluarganya yang ditemukan tak bernyawa di Sungai.

“Korban punya sakit epilepsi, sempat pulang ke rumah sebentar tapi tau-tau sudah pergi lagi,” ucapnya di lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Selatan Kompol Untung Kistopo menjelaskan kejadian ini bermula ketika korban berenang dan hujan-hujanan di belakang rumah pada Kamis (10/2) sore. Lalu korban diduga hanyut dan ditemukan siang ini di Sungai Banjir Kanal Barat.

“Ada yang lapor, ada mayat telenteng di Sungai Banjir Kanal Barat Pleret,” ucapnya.

“Setelah mendapat laporan kami berkoordinasi dengan inafis untuk mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi,” lanjutnya.

Setelah memastikan benar ada temuan jasad, pihaknya lalu menyebarkan informasi itu lewat Bankom Polrestabes, dan pihak keluarga langsung mengetahui dan mendatangi lokasi.

“Saat ini korban sudah berada di rumah sakit untuk diperiksa. Alhamdulillah keluarga bisa menerima dan kami hadirkan saksi agar bisa saling pahan bahwa korban benar-benar tenggelam,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon