URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan orang dari masyarakat hingga mahasiswa menggelar aksi Kamisan di depan Polda Jawa Tengah pada Kamis (10/2/2022) sore. Mereka yang melakukan unjuk rasa menuntut beberapa permasalahan Wadas untuk segera diselesaikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Masyarakat Gelar Aksi Kamisan di Depan Polda Jateng Bahas Permasalahan Wadas

Ratusan Masyarakat Gelar Aksi Kamisan di Depan Polda Jateng Bahas Permasalahan Wadas

Ratusan Masyarakat Gelar Aksi Kamisan di Depan Polda Jateng Bahas Permasalahan Wadas

featured-img

SEMARANG – Ratusan orang dari masyarakat hingga mahasiswa menggelar aksi Kamisan di depan Polda Jawa Tengah pada Kamis (10/2/2022) sore. Mereka yang melakukan unjuk rasa menuntut beberapa permasalahan Wadas untuk segera diselesaikan.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan, Aziz Rahmad Ahmadi menjelaskan bahwa nantinya Aksi Kamisan juga akan diadakan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Ia melanjutkan, untuk aksi di Polda Jawa Tengah, pihaknya meminta kepada Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi untuk menarik anggotanya dari Wadas dan membebaskan sejumlah warga yang diamankan oleh polisi.

“Di Polda point paling penting yaitu kita minta Pilda untuk segera menarik aparat kepolisian di Desa Wadas serts menghentikan kriminalisasi dan intimidasi aparat terhadap warga Wadas,” ujarnya disela-sela orasi.

Sedangkan untuk di kantor Gubernur, pihaknya meminta pemerintah untuk menghentikan rencana pertambangan di Desa Wadas. Menurutnya, proyek tersebut dapat merusak alam dan bisa menganggu aktivitas mata pencaharian warga di daerah tersebut.

“Alasan dilakukan penolakan karena warga Wadas menginginkan tanahnya tidak dilakukan pertambangan. Yang kedua warga Wadas sadar ketika dilakukan pertambangan maka kerusakan lingkungan akan terjadi,” paparnya.

Oleh karena Aksi Kamisan ini juga menuntut agar proyek pemerintah tersebut bisa segera dihentikan atau dibatalkan agar tidak terjadi kerusakan pada lingkungan.

“Untuk itu kami disini bersama teman-teman juga sadar kepedulian lingkungan permasalahan lingkungan juga harus di tangani dan pertambangan harus dihentikan,” imbuhnya.

“Karena jika Wadas ditambang, maka bukit seluruh yang ada di Wadas akan rusak dan kita semua disini bersama-sama berjuang untuk menjaga lingkungan di Wadas,” tutupnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon